Daily Archives: 15/02/2012
Posisi Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Banyak Diminati
Anggota Komisi XI DPR-RI dari Fraksi PAN, Mohammad Hatta, menyambut baik banyak calon yang mendaftarkan diri untuk masuk ke Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Berdasarkan laporan yang masuk, sudah ada 161 calon yang mendaftar dari berbagai kalangan, termasuk dari kalangan direksi dan komisaris bank-bank besar di Indonesia.
“Diharapkan Pansel bisa lebih hati-hati memilih calon yang ada. Baiknya calon itu diambil dari kalangan bankir, praktisi atau pengamat yang menguasai ilmu di bidang OJK. Dengan begitu, lembaga pengawasan akan kuat menghadang krisis keuangan,”
Mohammad Hatta juga mengharapkan, seluruh calon untuk melepas atributnya apabila terpilih menjadi Dewan Komisioner OJK. “Jangan sampai ada conflict of interest (konflik kepentingan) terjadi,”
Gagal jadi Deputi Gubernur BI, Wakil Dirut Bank Mandiri Riswinandi, kini mengincar posisi Dewan Komisioner OJK. Riswinandi yang diusulkan Perbanas itu, didukung DPR. Dia dinilai orang yang tepat untuk memimpin lembaga pengawasan tersebut.
Dukungan itu dikatakan Wakil Ketua Komisi XI DPR Aqsanul Qosasi yang menilai sosok Riswinandi orang yang tepat untuk diplot menjadi ketua lembaga pengawasan OJK.
“Secara pengalaman, dia (Riswinandi-red) tidak diragukan, meski dalam pemilihan Deputi Gubernur BI, beliau tidak menang. Yang pasti Panitian Selektif (Pansel) harus selektif memilih calon Dewan Komisioner OJK,” tegas Aqsanul di Jakarta, kemarin.
Politisi Demokrat ini juga menyarankan, komposisi OJK baiknya ditempati pakar atau praktisi yang memang menguasai hal teknis di bidang keuangan baik makro dan mikro.
“Dengan komposisi itu, maka lembaga OJK bisa mudah membuat kesimpulan yang obyektif dari hasil pengawasan. Obyektivitas penguasaan disemua bidang harus diutamakan sehingga stabilitas keuangan bisa tetap terjaga,” tegas Aqsanul.
DPR juga berharap, Pansel OJK untuk bisa selektif menjaring calon sesuai dengan keilmuannya. “Kalau calon itu sesuai dengan syarat-syarat yang ditetapkan silakan. Tapi kalau didasarkan pada utang budi atau kedekatan, jangan dilakukan. Itu bisa merusak stabilitas keuangan,” pungkasnya.
Ketua Umum Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) Sigit Pramono mengusulkan tiga calon untuk maju sebagai calon ketua dan anggota Dewan Komisioner OJK.
“Awalnya kita ada 9 orang nama. Selama proses berjalan hanya tiga yang akan maju, salah satunya, Wakil Dirut Bank Mandiri Riswinandi,” kata Sigit.
Perbanas berharap, OJK bisa dipimpin oleh kalangan perbankan. Dia yakin, calon yang diusulkan mampu memimpin lembaga itu.
Pengamat perbankan Paul Sutaryono meminta, Pansel tidak hanya berpegang pada kriteria dalam Undang-Undang OJK. Tetapi harus menilai dari visi dan misi calon tentang fungsi OJK, antara lain melindungi kepentingan nasabah.
“Jadi bukan hanya melindungi bank dan lembaga keuangan non bank. Bahkan setiap peraturan perundang-undangan, harus fokus pada perlindungan nasabah dan investor. Tengok saja kasus bekas nasabah Bank IFI dan investor produk sekuritas yang terkait Bank Century sampai sekarang belum tuntas. Itu akibat tidak ada perlindungan nasabah dan investor,” tegas Paul.
Sumber: http://ekbis.rakyatmerdekaonline.com/read/2012/02/15/54869/Gagal-di-BI,-Riswinandi-Incar-Kursi-Dewan-Komisioner-OJK-
















