Waspadai Penyalahgunaan Media Sosial dalam Pilkada dan Pilpres

SOLO – Media sosial (medsos) sangat efektif dan efisien dimanfaatkan oleh lembaga penyelenggara dan peserta pilkada maupun pilpres.

Namun disisi lain medsos juga ibarat pedang bermata dua.

Bisa dimanfaatkan untuk hal-hal negatif yang bisa merusak sendi-sendi persatuan dan kesatuan bangsa.

Untuk itu setiap peserta dan penyelenggara pemilu harus bisa mengelola dan menggunakan medsos dengan baik dan bijak.

Hal tersebut diungkapkan oleh Anggota DPR RI Komisi II yang membidangi pemerintahan, Mohammad Hatta, dalam sosialisasi “Peran Media Sosial Dalam Pelaksanaan Pemilu dan Pilkada ” yang digelar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pusat di Kusuma Sahid Hotel, Kamis- Jumat (9-10/11/2017)

Hatta mengatakan, dalam pesta demokrasi yang akan datang baik pileg maupun pilpres, sepertiga pemilih adalah generasi melenial yang memiliki tiga ciri utama confidence, creative dan connected.

“Mereka tidak gampang dipengaruhi model kampanye konvensional, tidak bisa dibeli suaranya dan banyak menentukan pilihan berdasarkan informasi yang diterima via internet, khususnya medsos, seperti Facebook, Instagram, Twitter dan sejenisnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Mohammad Hatta juga menyampaikan dampak buruk penggunaan medsos yang sering tidak terkontrol dan terkendali.

Seperti digunakan sebagai ajang pembunuhan karakter kandidat peserta pemilu dengan menyebarkan berita hoax.

Hatta, menghimbau agar semua pihak, bijak menggunakan medsos dan pandai memfilter setiap berita dan informasi yang diterima dari medsos.

Tidak menelan mentah-mentah setiap informasi yang masuk.

Acara berlangsung interaktif dipandu direktur Amalia Consulting, yang juga dosen akuntansi Unisri Surakarta, Drs. Suharno, MM, Ak.

Sosialisasi dihadiri para tokoh masyarakat, pengurus parpol, seta pengurus Bawaslu tingkat pusat, provisi dan kota Surakarta. (http://solo.tribunnews.com)