PAN HARGAI SIKAP Soetrisno Bachir KELUAR DARI PARTAI
24 Aug 2010
KUALA LUMPUR: Parti Amanat Nasional (PAN) menyampaikan apresiasi atas keluarnya mantan Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir keahlian parti.
"Kita beri apresiasi besar dan tinggi ke Mas Tris (Soetrisno Bachir-Red]. PAN harus menghormati pendahulu sebelumnya, apalagi dia mantan ketua umum parti," kata Setiausaha Agung DPP PAN Taufik Kurniawan di Jakarta, Isnin (23/8).
Menurut dia, apapun pilihan Soetrisno Bachir, tetap dihargai secara terbuka dan menerima masukkan dia yang sifatnya untuk kebangsaan. Ia menegaskan, berkaitan mundurnya Soetrisno Bachir dari PAN, tidak ada ganjalan politik apapun. Menurut Taufik, hal itu adalah pilihan politik Soetrisno Bachir yang harus dihormati.
Sebelumnya, bekas Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir menyatakan rasmi keluar dari PAN satu tarikh 22 Ogos 2010. Deklarasi pengunduran dirinya itu disampaikan dalam acara buka puasa bersama Ormas dan aktivis di kediamannya di Jakarta, Minggu (22/8).
"Pada kesempatan yang baik ini saya menyatakan mengundurkan diri dari PAN," ujar politik yang akrab disapa SB itu.
Soetrisno Bachir menyedari, keputusannya itu akan menimbulkan pro dan kontra. Namun, dia mengaku sudah yakin dengan keputusannya. "Pasti ada yang senang mendengar khabar ini, tapi pasti ada juga yang tidak senang," ujarnya.
Sebagaimana diketahui, Soetrisno Bachir terpilih menjadi Ketua Umum PAN pada Kongres II di Kuala Lumpur pada 2005 lalu. Kemudian pada Kongres III di Batam pada 2010 dia tak bersedia mencalonkan lagi dengan alasan mengikuti tradisi satu tempoh Amien Rais.
Soetrisno Bachir mengatakan ada dua alasan mengapa dirinya memutuskan kelur dari PAN. Alasan pertama, untuk menghindarkan diri dari fitnah-fitnah politik yang selama ini dialamatkan kepadanya.
"Kalau ada kader PAN bertemu saya langsung berhembus fitnah-fitnah, kasihan kader PAN yang ketemu saya itu. Makanya supaya tidak ada kecurigaan saya meletakkan di luar PAN, "ujarnya.
Tak Dendam
Alasan kedua, dengan keluar dari PAN maka dirinya boleh menjalin komunikasi dengan lintas parti tanpa kecurigaan apapun. "Kerana saya sudah bukan PAN lagi, maka tak perlu ada kecurigaan jika saya bertemu dengan teman-teman parti lain," katanya.
Alasan ketiga, Soestris-no Bachir mengaku ingin menumpukan perhatian membina ekonomi kerakyatan melalui institusi kewangan mikro.
Soetrisno juga mengatakan bahawa dirinya keluar dari PAN bukan kerana sakit hati kepada Amien Rais maupun Hatta Rajasa. Soetrisno mengatakan, dirinya telah mengikhlas-kan peristiwa politik yang dialaminya ketika menjadi ketua umum PAN termasuk pada saat Pemilihan Presiden 2009.
"Tidak ada sakit hati apalagi dendam politik, Insya Allah ini untuk kebaikan bersama," ujarnya.
Soetrisno mengatakan, di matanya Amien Rais tetaplah seorang guru politik. Sedangkan Hatta Rajasa adalah partner politik. "Tak ada dendam di antara kita, tidak ada sama sekali," katanya, im Krdni |
Related posts:
















