Thursday, February 9th, 2012

PAN HARGAI SIKAP SOETRISNO BACHIR KELUAR DARI PARTAI

August 24, 2010 by  
Filed under DPR ku news

24 Aug 2010

PAN HARGAI SIKAP SOETRISNO BACHIR KELUAR DARI PARTAIJAKARTA : Partai Amanat Nasional (PAN) menyampaikan apresiasi atas keluarnya mantan Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir dari keanggotaan partai.

“Kita beri apresiasi besar dan tinggi ke Mas Tris (Soetrisno Bachir-Red]. PAN harus menghormati pendahulu sebelumnya, apalagi dia mantan ketua umum partai,” kata Sekjen DPP PAN Taufik Kurniawan di Jakarta, Senin (23/8).

Menurut dia, apapun pilihan Soetrisno Bachir, tetap diapresiasi secara terbuka dan menerima masukan dia yang sifatnya untuk kebangsaan. Ia menegaskan, terkait mundurnya Soetrisno Bachir dari PAN, tidak ada ganjalan politik apapun. Menurut Taufik, hal itu adalah pilihan politik Soetrisno Bachir yang harus dihormati.

Sebelumnya, mantan Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir menyatakan resmi keluar dari PAN per tanggal 22 Agustus 2010. Deklarasi pengunduran dirinya itu disampaikan dalam acara buka puasa bersama Ormas dan aktivis di kediamannya di Jakarta, Minggu (22/8).

“Pada kesempatan yang baik ini saya menyatakan mengundurkan diri dari PAN,” ujar politisi yang akrab disapa SB itu.

Soetrisno Bachir menyadari, keputusannya itu akan menimbulkan pro dan kontra. Namun, dia mengaku sudah yakin dengan keputusannya. “Pasti ada yang senang mendengar kabar ini, tapi pasti ada juga yang tidak senang,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Soetrisno Bachir terpilih menjadi Ketua Umum PAN pada Kongres II di Semarang pada 2005 lalu. Kemudian pada Kongres III di Batam pada 2010 dia tak bersedia mencalonkan lagi dengan alasan mengikuti tradisi satu periode Amien Rais.

Soetrisno Bachir mengatakan ada dua alasan mengapa dirinya memutuskan kelur dari PAN. Alasan pertama, untuk menghindarkan diri dari fitnah-fitnah politik yang selama ini dialamatkan kepadanya.

“Kalau ada kader PAN bertemu saya langsung berhembus fitnah-fitnah, kasihan kader PAN yang ketemu saya itu. Makanya supaya tidak ada kecurigaan saya memposisikan di luar PAN,” ujarnya.

Tak Dendam

Alasan kedua, dengan keluar dari PAN maka dirinya bisa menjalin komunikasi dengan lintas partai tanpa kecurigaan apapun. “Karena saya sudah bukan PAN lagi maka tak perlu ada kecurigaan jika saya bertemu dengan teman-teman partai lain,” katanya.

Alasan ketiga, Soestris-no Bachir mengaku ingin berkonsentrasi membangun ekonomi kerakyatan melalui lembaga keuangan mikro.

Soetrisno juga mengatakan bahwa dirinya keluar dari PAN bukan karena sakit hati kepada Amien Rais maupun Hatta Rajasa. Soetrisno mengatakan, dirinya telah mengikhlas-kan peristiwa politik yang dialaminya saat menjadi ketua umum PAN termasuk pada saat Pemilihan Presiden 2009.

“Tidak ada sakit hati apalagi dendam politik, Insya Allah ini untuk kebaikan bersama,” ujarnya.

Soetrisno mengatakan, di matanya Amien Rais tetaplah seorang guru politik. Sedangkan Hatta Rajasa adalah partner politik. “Tak ada dendam di antara kita, tidak ada sama sekali,” katanya, im Krdni|

Related posts:

  1. MASA RESES Anggota DPR RI Fraksi PAN Dapil V Jateng Muhammad Hatta

Leave a Reply